TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Tangsel, Kamis, 6 Juni 2024.
Mereka mendesak Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, untuk segera menertibkan truk-truk yang melanggar jam operasional.
Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariatan Unpam, Resta Rapukal mengatakan, telah terjadi banyak korban meninggal akibat kecelakaan yang diakibatkan truk-truk yang melintas diluar jam operasional.
Hal ini terjadi karena tidak adanya sikap tegas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel selama ini. “Kami mendesak Walikota Tangsel untuk segera menindak truk-truk yang melanggar jam operasional,” ujarnya.
Menurutnya, mantan Kepala Dishub Tangsel terdahulu, yakni Chaerudin yang saat ini menjabat sebagai Asisten Daerah (Asda) 1 menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas persoalan banyaknya truk-truk melanggar jam operasional hingga sebabkan kecelakaan dan korban jiwa.
Resta mengatakan, salah satu mahasiswi Unpam juga menjadi korban krcelakaan akibat truk. Korban bernama Eva Wulandari, mahasiswi Unpam fakuktas Hukum, meregang nyawa setelah disenggol truk besar pada 28 Mei 2024 lalu.
Menurut Resta, ada 5 tuntutan pihaknya terhadap persoalan ini, diantaranya meminta Walikota mengevaluasi Perwal No.58 tahun 2019 tentang pembatasan operasional kendaraan besar, menuntut penertiban jam operasional kendaraan besar, menuntut transparansi perizinan operasional kendaraan besar, menuntut pertanggung jawaban hak korban kecelakaan akibat kendaraan besar dan meminta Walikota Tangsel mencopot mantan Kadishub Tangsel, Chaerudin. (*)
Editor: Agus Priwandono











