SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Motif di balik kasus pembunuhan Ifat (26), penjaga BRILink di Pabuaran, Serang, akhirnya terungkap. Pelaku, MDR (17), seorang remaja asal Ciomas, Kabupaten Serang, mengaku kepada penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota bahwa ia menghabisi nyawa korban karena sakit hati sering dibully.
Pengakuan ini disampaikan oleh kuasa hukum MDR, Doni Ahmad Solihin, pada Jumat, 11 Juli 2025. Menurut Doni, kliennya membantah motif perampokan dalam insiden sadis yang terjadi di Ruko Moehyi Cell, Jalan KH Machmud Nomor 26, Kampung Kadukacapi, Desa Tanjingsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, pada Sabtu siang, 5 Juli 2025 lalu.
“Pengakuannya sering dibully oleh korban,” ujar Doni.
Pelaku menegaskan, ia tak tahan dengan hinaan verbal yang kerap dilontarkan korban, seperti disebut kurus atau tidak diberi makan oleh orang tua. “Kerap diledek secara verbal, seperti disebut kurus atau tidak diberi makan oleh orang tua,” kata Doni mengulang pengakuan kliennya.
Menurut Doni, tindakan MDR tersebut berlangsung spontan dan tanpa perencanaan. Pelaku disebut tidak membawa senjata tajam dari rumah. “Dia (pelaku) enggak bawa sajam dari rumah, di depan BRILink itu ada penjual es, pakai palu dia (pedagang es),” ungkapnya.
Doni membenarkan bahwa pelaku memang kerap mendatangi BRILink korban untuk melakukan top up dana. Ia juga membenarkan bahwa korban beberapa kali bermain judi online (judol). “Namanya juga hobi, enggak maniak, hanya sekadar hiburan saja,” ujarnya.
Terkait pemberitaan, Doni meminta media untuk tidak melakukan pemberitaan yang bersifat memvonis, mengingatkan bahwa seseorang tidak dapat dinyatakan bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. “Oleh karena itu, media sebaiknya tidak berspekulasi atau mendahului keputusan pengadilan,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Serang Kota, Kompol Salahuddin, mengaku belum dapat menyimpulkan motif pelaku secara pasti. Hingga saat ini, penyidik masih terus menggali keterangan dari pelaku. “Masih didalami,” tuturnya melalui pesan WhatsApp.
Editor: Aas Arbi











