Tapi, begitu sampai di Kawasan TPSA Cilowong, tumpukan sampah liar bertebaran sepanjang jalan tanjakan sejauh 1,2 kilometer ini. Pemandangan indah berupa tebing di kanan jalan dan jurang dengan pepohonan tinggi layaknya hutan di kiri jalan tidak bisa dinikmati lagi.
Setiap orang yang lewat perhatiannya sudah terfokus ke onggokan sampah yang bertaburan di kanan kiri jalan.
Entah siapa yang mengawali membuang sampah di lokasi itu. Yang jelas dalam setahun terakhir ini, kanan kiri jalan di atas TPSA Cilowong dipenuhi sampah.
Beberapa penggowes dari Safira Cycling Club (SCC) yang lewat di lokasi menyatakan keprihatinannya. “Ini sampah dibuang oleh orang yang tidak punya rasa kepedulian terhadap kebersihan,” kata Syahri, punggawa klub SCC.
Ia dan temen-temennya tak habis pikir, ada warga yang tega membuang sampah seenaknya. Sementara di bawahnya adalah tempat membuang sampah resmi milik Pemkot Serang. “Prilaku membuang sampah di sini, kayak disengaja. Kayak mengejek pemerintah,” kata Eko.
Sebelum ada sampah liar, tanjakan Cilowong merupakan trek gowes favorit warga Serang menuju Gunungsari, Paninjoan, Mancak dan Anyer. Kini, para pengowes merasa jijik melewati jalan tersebut.
Penulis: M Widodo











