Hingga berita ini ditulis, pihak Lotte Chemical belum berhasil dikonfirmasi. Pesan WhatsApp kepada Humas PT Lotte Chemical Norman hanya dibaca.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Virgojanti mengatakan, seharusnya investasi perusahaan asing ada keterikatakan kemitraan dengan pengusaha lokal. Karena, selain untuk penyerapan tenaga kerja juga untuk menjaga kondusifitas keberlangsungan investasi di daerah.
“Harus terjadi hilirisasi industri. Ke depan kita akan buat roadmap hilirisasi membangun investasi yg berkualitas. Menjaga kondusifitas wilayah juga. Rencana ingin usulkan Pergub, adanya kemitraan industri besar dengan industri kecil pengusaha lokal,” ujarnya.
Diketahui di antara perusahaan yang mengikuti tender kabel Lotte Chemical, ada PT. LS AG. Perusahaan asal Korea Selatan ini belum lama mulai membangun pabrik di Indonesia dan baru saja diresmikan pada tahun ini. Fasilitasnya belum lengkap dan baru memiliki beberapa sertifikasi SNI saja. Mereka berencana untuk melengkapi sertifikasi SNI pada akhir tahun ini agar bisa menerima order kabel tegangan menengah.
Sedangkan untuk fasilitas dan kapasitas yang tidak mencukupi, informasinya mereka akan membeli atau mengimpor dari pabrik LS yang berada di luar negeri. Dengan kata lain, setelah membangun pabrik di Indonesia, mereka hanya memproduksi beberapa kabel saja di Indonesia. Kemudian mengimpor sebagian besar order yang diterima dari pabrik (yang masih satu grup perusahaan) di luar negeri.











