MENJADI istri kedua bukan kemauan Leha (42), nama samaran. Ia terpaksa menikah dengan Jeki (45), karena terlalu lama hidup menjanda. Sampai belasan tahun lamanya.
Merasa kesepian karena kurang mendapat perhatian dari keempat anaknya semenjak ditinggal suami yang kawin lagi dengan wanita lain, pikiran Leha pun terlunta-lunta. Sampai akhirnya, Leha menerima pinangan Jeki yang sejatinya sudah memiliki anak istri.
“Biologis saya kan harus terpenuhi juga. Daripada jadi fitnah karena sering jalan sama Mas Jeki, lebih baik nikah saja,” terang Leha.
Apalagi, Leha juga mengetahui pasti jika Jeki sudah lama memendam rasa. Bahkan, sampai puluhan tahun sebelum Leha menikah dan dikaruniai anak. Leha tak pernah tahu kalau cinta Jeki abadi dan mau menunggu jandanya. Pertemanan Leha dan Jeki sudah terjalin lama. Bahkan, semenjak mereka masih duduk di bangku sekolah karena bertetangga.
Leha tak sadar jika selama mereka berteman, Jeki menyimpan rasa cinta yang begitu mendalam. Hal itu lantaran Jeki juga tak pernah cerita atau sebatas mengungkapkan perasaan. Sebaliknya, Leha hanya perasaan biasa saja. “Saya enggak tahu, kalau dulu Mas Jeki suka. Makanya, saya cuek saja. Coba kalau dia mau ngomong, bisa saja saya nerima,” ujarnya.
Seiring waktu, Leha yang baru lulus SMA dilamar seorang pria yang baru dikenal, tetapi mengaku sudah lama mengagumi kecantikan Leha. Lelaki penggemar misterius Leha itu, sebut saja Komar. Sosoknya lumayan tampan dan mapan yang akhirnya sukses merebut hati Leha. Caranya, Komar langsung membujuk orangtua Leha agar mau menerima niatnya menjadi imam bagi putri sulungnya.
Cara Komar pun efektif. Sebab, ada istilah di Pandeglang itu, katanya untuk merebut hati anaknya, sebaiknya menaklukkan orangtuanya dulu. Diyakini Komar, cara itu jitu dan dibuktikan dengan mendapatkan hati Leha. Memang benar begitu ya Bu? “Iya, kalau di kampung memang begitu. Termasuk saya korbannya. Kalau enggak nurut sama orangtua bisa kualat. Makanya, kalau gadis di desa jarang menolak kalau sudah dijodohkan,” jelasnya. Wih kasihan amat ya, enggak bisa pilih-pilih dong. Kalau laki-lakinya sudah punya istri gimana, memang mau dipoligami? “Kalau orangtua sudah berkehendak mau bilang apa. Yang penting orangnya mapan dan bisa adil,” jawabnya.
Seperti halnya Leha, kalau bukan karena dijodohkan orangtua, Leha mana mau menerima Komar meskipun sang jantan terbilang mapan? Karena prinsip Leha, tak kenal maka tak sayang. Namun, prinsip itu seketika bisa luntur ketika orangtua sudah angkat bicara. “Membina rumah tangga kan perlu proses. Tapi, kalau orangtua sudah angkat bicara, ya saya juga pasrah,” ucapnya.
Pilihan orangtua sempat menjadi anugerah bagi Leha karena kehidupan Leha mulai menunjukkan sejahtera. Itu juga, berkat Leha yang mencari uang tambahan. Namun, lama-lama menyesakkan dada Leha juga. Karena, ternyata Komar doyan main perempuan.
Dari sejak melahirkan anak pertama, Komar sering ketahuan jalan bareng dengan wanita lain yang lebih bohay dari Leha. Bahkan, kabarnya si wanita-wanita yang sering jalan bareng dengan Komar sampai dinikahi. Leha hanya bertahan karena amanah orangtuanya, selama suami berlaku adil terima saja. Oleh karena itu, Leha memutuskan mencari kesibukan dengan berwirausaha. Bertemulah Leha dengan Jeki hingga menjalin kemitraan.
Leha menganggap Jeki hanya sebatas mitra kerja. Meskipun, Jeki sering menyinggung-nyinggung kalau dia pernah suka dan suka merayu kalau sedang berduaan, terkadang sering curhat juga. Namun, hal itu dianggap Leha sebagai angin lalu.
Suatu waktu, Leha semakin tidak tahan dengan kelakuan suami. Seperti buaya yang selalu menerkam mangsanya saat ada kesempatan, pembantu Leha pun menjadi korban poligami Komar. Leha dengan mata kepala sendiri melihat langsung adegan porno Komar yang kepergok dengan pembantunya di kamar. Parahnya, anak-anak Leha juga ikut menyaksikan aksi bejat bapaknya. Leha naik pitam dan mengusir Komar dengan si pembantu keluar dari rumah. “Tadinya, saya masih tahan, dia nikah lagi secara siri, saya enggak larang. Tapi, enggak sama pembantu juga! Ini mah parah, saya kurang apa?” ungkapnya kecewa.
Oleh karena itu, kemarahan Leha berada pada puncaknya dan memutuskan untuk menceraikan Komar. Leha tak khawatir tidak mendapatkan nafkah dari Komar, karena usahanya juga sedang mengalami kemajuan.
Perpisahan Leha dengan Komar pun, terdengar sampai telinga Jeki. Merasa ada kesempatan, Jeki mulai berani mencurahkan isi hatinya kepada Leha. Tentu saja, Leha kaget. Apalagi, Jeki sudah menyandang status suami orang. Belum lagi Leha juga kenal betul kalau perangai Jeki galak dan suka berperilaku kasar terhadap istrinya.
“Alasannya dia kasar sama istrinya karena nikah tidak didasari cinta. Ngakunya, selama ini cintanya cuma ke saya seorang,” akunya. Weleh, gombal.
Awalnya, alasan itu tak mempan sama Leha dan sikap Leha untuk menjanda bertahan sampai 12 tahun lamanya. Alasan kuat Leha tidak menerima Jeki, khawatir kelak juga bisa berperilaku kasar terhadap anaknya. Sehingga, Leha menepis kebutuhan biologisnya, merasa masih ditemani anak-anaknya di rumah.
Setelah keempat anaknya beranjak dewasa dan berumah tangga, barulah Leha mulai merasa kesepian. Tak tahan menjanda lama-lama, akhirnya Leha menerima pinangan Jeki yang tak bosan membujuk Leha supaya jadi istrinya. Meskipun, Leha tidak mendapatkan persetujuan dari keempat anaknya karena tahu persis sifat buruk Jeki.
“Tadinya saya enggak mau. Karena seringnya jalan bareng dan takut jadi fitnah, akhirnya saya terima. Untungnya, istri Jeki bisa menerima, entah mungkin saking takutnya sama Jeki,” jelasnya.
Namun, belum genap satu bulan. Sikap liar Jeki terbongkar. Leha tidak menyangka, jika Jeki suka berbuat kasar kalau sedang marah. Puncaknya, merasa tak puas dengan goyangan Leha saat beradegan di ranjang, Jeki marah besar dan berani menampar Leha. Jeki juga cemburuan sehingga tidak ada lelaki yang berani mendekati Leha, karena tahu Jeki di daerahnya dikenal sebagai jawara.
Dari situ, Leha sadar kalau Jeki bukan tipikal suami yang baik dan ayah yang baik bagi anak-anaknya. Leha pun menggugat cerai Jeki. Jeki tak dapat berkutik dan mengabulkan permintaan Leha. Soalnya, Leha mengancam akan melaporkan Jeki ke polisi karena sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Lebih baik sendiri sekarang, masih ada anak saya yang peduli kok yang ketiga. Soal jodoh mah, nanti juga ada waktunya,” tandasnya. Ya saya doakan biar cepat dapat jodoh yang terbaik. Amin. (Nizar S/Radar Banten)








